KHASIAT BAWANG PUTIH UNTUK MENYEMBUHKAN
GATAL AKIBAT GIGITAN SERANGGA
Disusun untuk memenuhi tugas karya
ilmiah Bahasa Indonesia
Disusun
oleh:
Purna
Chalis
1210702044
BIOLOGI
2B

PROGRAM STUDI BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2011
Barang
siapa berjalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke
surga ( H.R Muslim )
Jika manusia meninggal maka putuslah amalnya kecuali tiga
macam :
1.
Sedekah jariyah
2.
Ilmu yang bermanfaat
3.
Anak yang shaleh yang mendo’akan kedua orang tuanya
( HR. Muslim)
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah swt,
karena atas rahmat dan karunia-Nyalah penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah
ini.
Solawat serta salam semoga
selalu tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw. Kepada keluarganya, sahabatnya,
tabi’in – tabi’innya dan umatnya termasuk kita semua hingga akhir zaman.
Pada kesempatan kali ini,
penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada :
- Allah swt atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah ini.
- Ayahanda dan Ibunda tercinta yang selalu memberikan dukungan baik moril maupun materil.
- Muhammad Agus Taufik yang telah memberikan dorongan dengan caranya sendiri.
- Sahabat – sahabat yang telah memberikan dorongan di saat mengalami kebuntuan dalam pembuatan karya ilmiah ini.
- Rekan – rekan kelas Biologi II B yang telah banyak membantu dalam pembuatan karya ilmiah ini.
Penulis menyadari bahwa karya ilmiah yang dibuat
ini jauh dari sempurna. Maka dari itu penulis mengarapkan karya ilmiah ini di
jadikan sebagai pedoman dan berusaha untuk menjadi lebih baik dan lebih sempurna dari yang
sebelumnya.
Semoga makalah ini dapat
membuka dan menambah wawasan para pembaca.
Bandung, Juni 2011
Purna Chalis
Daftar Isi
Hal
Kata Pengantar i
Daftar Isi iii
BAB I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Rumusan Masalah 2
1.3 Tujuan 2
1.4 Batasan Masalah 2
1.5 Manfaat Penelitian 3
BAB II Tinjauan Pustaka
2.1 Bawang Putih 4
2.2 Serangga 8
BAB III Prosedur Penelitian
3.1 Metode Penelitian 11
3.2 Teknik Penelitian 11
BAB IV Hasil dan Pembahasan 13
4.1 Hasil Penelitian 13
4.2 Pembahasan 17
BAB V Penutup
5.1 Kesimpulan 19
5.2 Saran 19
Daftar Pustaka v
Lampiran Gambar vii
Lampiran Angket
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dewasa ini penggunaan bahan – bahan organik semakin marak untuk digunakan.
Ditambah dengan adanya slogan ‘back to
nature’ yang membuat kita akan
semakin tergoda untuk memakai bahan alam yang aman bagi tubuh kita.
Banyak bahan alam yang sangat berfungsi bagi kehidupan manusia. Baik
sebagai bahan makanan, obat – obatan ataupun hal lainnya. Sayur mayur dan buah
– buahan memiliki kandungan gizi dan vitamin yang diperlukan bagi manusia untuk
senantiasa sehat. Rempah – rempah pun dapat kita jadikan sebagai penambah rasa
untuk membuat makanan tersebut menjadi lezat. Bukan hanya sebagai penambah
rasa, namun rempah – rempah pun dapat kita jadikan sebagai obat tradisional
untuk beberapa penyakit. Mulai dari penyakit yang ringan seperti gatal, batuk,
masuk angina, sampai dengan penyakit yang berat seperti stroke, darah tinggi,
dan lainnya.
Gatal akibat gigitan serangga, sedikit banyak dapat mempengaruhi
aktivitas kita sehari – hari. Masyarakat modern di Indonesia biasanya
menggunakan balsem ataupun kayu putih untuk menghilangkan rasa gatal tersebut. Lain
halnya ketika masyarakat di pedalaman mengatasi hal ini. Mereka masih
menggunakan obat alami warisan nenek moyang dengan menggunakan bawang merah
ataupun bawang putih.
1.2 Rumusan Masalah
Sesuai dengan latar belakang diatas, penulis dapat mengidentifikasi
permasalahan yang ada yaitu :
1.
Zat apa yang terdapat pada bawang putih sehingga dapat mengobati
rasa gatal akibat gigitan serangga?
2.
Apakah masyarakat mengetahui bahwa bawang putih dapat
mengobati bentol akibat gigitan serangga?
1.3 Tujuan
Dari rumusan masalah diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan dari karya
ilmiah ini adalah :
1.
Mengetahui zat yang terdapat pada bawang putih sehingga
dapat menghilangkan gatal akibat gigitan serangga.
2.
Mengetahui seberapa besar pengetahuan masyarakat
terhadap bawang putih yang dapat mengobati gatal akibat gigitan serangga.
1.4
Batasan
Masalah
Karena keterbatasan kerangka
pemikiran dan kajian pustaka yang dimiliki oleh penulis, maka untuk mencegah
meluasnya permasalahan serta menyimpang dari tujuan yang hendak dicapai maka
penulis melakukan pembatasan masalah sebagai berikut :
1.
Karya
ilmiah ini tidak menjelaskan bagaimana proses penyembuhan gatal dengan
menggunakan bawang putih.
2.
Daerah
penyebaran angket adalah kawasan Bandung.
1.5
Manfaat Penelitian
Dari tujuan penelitian dapat diperoleh manfaat
sebagai berikut :
1.
Memberikan
pengetahuan kepada masyarakat bahwa bawang putih dapat menyembuhkan gatal
akibat gigitan serangga.
2.
Hasil
penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai acuan/contoh bagi para
pembuat karya ilmiah dimasa yang akan datang.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1
Bawang Putih
2.1.1
Klasifikasi Bawang Putih
Bawang putih mempunyai nama latin Allium
sativum Linn. Sativum berarti
dibudidayakan, karena allium yang
satu ini merupakan keturunan dari bawang liar Allium longicurpis Regel. Keluarga atau genus Allium sebenarnya ada sekitar 500 jenis lebih, dan 250 jenis
diantaranya termasuk bawang-bawangan.
Allium sativum L. termasuk
famili Amaryllidaceae, golongan Spermatophyta, subgolongan Angiospermae, ordo Lilliflorae, dan kelas Monokotil. Tanaman ini bisa ditemukan dalam
bentuk bergerombol, tumbuh tegak, dan tingginya dapat mencapai 30-60 cm.
1
Daun
Daun tanaman ini berupa helai-helai memanjang ke atas. jumlah daun setiap
tanaman bisa mencapai lebih dari 10 helai. Bentuknya pipih rata, tidak
berlubang, berbentuk runcing diatas ujungnya, agak melipat ke dalam (ke arah
memanjang), serta membentuk sudut dipermukaan bawahnya. tak seperti jenis
bawang lainnya, pangkal daun bawang putih tidak menyimpan makanan, tetapi
berbentuk sisik-sisik yang mengering dan minipis jika telah dewasa. Pelepah
daun kebanyakan panjang sampai ke dalam tanah yang pada dasarnya adalah kelopak
daun. Pelepah ini tetap kuat membungkus kelopak daun yang lebih muda yang
berada dibawahnya sehingga membentuk batang semu yang panjang.
2
Batang
Batang bawang putih merupakan batang semu yang panjangnya dapat mencapai
30 cm dan tersusun dari pelepah daun yang tipis tetapi kuat. Kelopak daun
membungkus kelopak-kelopak daun yang lebih muda yang berada dibawahnya hingga
pusat batang pokok, dan membentuk batang semu yang tersembul ke luar. Batang
pokok tanaman ini sebenarnya merupakan batang pokok tidak sempurna (rundimeter)
dengan pangkal atau bagian dasarnya berbentuk cakram.
3
Akar
Akar bawang putih terletak dibatang pokok tepatnya dibagian dasar umbi
atau pangkal umbi yang berbentuk cakram.sistem perakarannya berupa akar serabut
(monokotil) yang pendek-pendek dan menghujam ke dalam tanah tidak terlalu
dalam, sehingga mudah goyah oleh angin dan air yang berlebihan. Fungsi akar
serabut ini hanya sebagai penghisap makanan, bukan pencari air dari dalam
tanah. Akibatnya, dalam proses pertumbuhannya bawang putih membutuhkan cukup
banyak air.
4
Siung dan Umbi
Di dekat pusat batang pokok bagain bawah, tepatnya diantara daun muda
dekat pusat batang pokok, terdapat tunas-tunas. Dari tunas inilah akan tumbuh
umbi-umbi kecil yang disebut siung. Hampir semua daun muda yang berada di dekat
pusat batang pokok memiliki umbi. Hanya sebagian kecil yang tidak mempunyai
umbi. Daun-daun yang tak berumbi akan berfungsi sebagai pembungkus umbi kecil
itu sendiri. Siung ini tumbuh secara bergerombol membentuk umbi. Umbi bawang
putih berbentuk mirip dengan gasing. Setiap umbi mempunyai 3-36 siung.
Siung bawang putih terdiri dari dua bagian, yakni dua helai daun dan satu
tunas vegetatif. Daun dewasa yang berada dibagian luar siung berfungsi sebagai
pelindung dengan membungkus daun yang lebih muda yang berada dibawahnya seiring
dengan pertumbuhannya. Daun pelindung ini menipis dan kering tetapi kuat. Daun
berbentuk silindris dan dibagian pucuknya berlubang kecil. Helai daun yang lebh
muda berfungsi menyimpan makanan sehingga daun yang lebih muda ini akan
menebal. Bagian yang menebal inilah yang akan membentuk siung.
5
Bunga
Bunga tanaman ini berupa bunga majemuk, bertangkai, berbentuk bulat, dan
menghasilkan biji untuk bereproduksi secara generatif. Kebanyakan orang tidak
mengetahui bahwa bawang putih memiliki bunga, hal ini dikarenakan tangkai bunga
bawang putih biasanya tidak tersembul ke
luar jadi bunganya hanya kelihatan sebagain dari luar, bahkan tak terlihat sama
sekali. Sering kali bunga tak terbentuk karena sudah gugur sewaktu masih dalam
tahap tunas bunga.
2.1.2
Kandungan Bawang Putih
Kandungan yang terdapat pada bawang putih adalah allisin. Adapula kandungan
lainnya, yaitu :
a.
Energi 623 kJ (149 kcal)
b.
Karbohidrat 33,06 g
c.
Gula 1.00g
d.
Diet serat 2,1 g
e.
Lemak 0,5 g
f.
Protein 6,39 g
g.
Beta-karoten 5 mg (0%)
h.
Thiamine (Vit. B1) 0,2 mg (15%)
i.
Riboflavin (Vit. B2) 0,11 mg (7%)
j.
Niacin (Vit. B3) 0,7 mg (5%)
k.
Asam pantotenat (B5) 0,596 mg (12%)
l.
Vitamin B6 1,235 mg (95%)
m.
Folat (B9 Vit.) 3 mg (1%)
n.
Vitamin C 31.2 mg (52%)
o.
Kalsium 181 mg (18%)
p.
Besi 1,7 mg (14%)
q.
Magnesium 25 mg (7%)
r.
Fosfor 153 mg (22%)
s.
Kalium 401 mg (9%)
t.
Sodium 17 mg (1%)
u.
Seng 1,16 mg (12%)
v.
Mangan 1,672 mg
w.
Selenium 14.2 mg
Sumber: USDA Nutrient database Nilai gizi per 100 g (3.5 oz)
2.2
Serangga
2.2.1
Klasifikasi Serangga
Serangga berada pada kerajaan Animalia dan filum Arthropoda. Serangga
termasuk dalam kelas insekta (subfilum Uniramia) yang dibagi lagi menjadi 29 ordo, antara lain Diptera (misalnya lalat), Coleoptera
(misalnya kumbang), Hymenoptera (misalnya semut, lebah, dan tabuhan), dan
Lepidoptera (misalnya kupu-kupu dan ngengat). Kelompok Apterigota terdiri dari
4 ordo karena semua serangga dewasanya tidak memiliki sayap, dan 25 ordo
lainnya termasuk dalam kelompok Pterigota karena memiliki sayap.
2.2.2
Morfologi Serangga
Secara morfologis bentuk tubuh Arthropoda ditandai oleh stuktur tubuh
yang bilateral simetris, tubuhnya seolah-olah bersegmen; anggota badan terdiri
dari beberapa sendi-sendi dan tubuh bagian luar diselaputi lapisan kitin yang
keras membentuk eksoskleton (kerangka luar ).
Tubuh serangga dibagi atas tiga bagian, yaitu: kepala (caput), dada
(thoraks), dan perut ( abdomen ). Pada ketiga segmen thoraks terdapat sepasang
kaki sedangkan organ tubuh tersusun berpasangan pada masing-masing segmen.
Kebanyakan serangga hidup diatas tanah (terestrial), pada species yang hidup di
air (akuatik) seperti kepiting, anggota gerak berfungsi sebagai pendayug waktu
berenang/berjalan di air.
Bagian
kepala dilengkapi dengan alat indera, seperti: antena bersegmen-segmen,
sepasang alat peraba disebut palpa dan sepasang mata faset sederhana terdiri
atas susunan lensa majemuk. Mulut sesuai dengan kebutuhan dari jenisnya dapat
berupa tipe mulut penghisap dan penjilat dijumpai pada lebah dan lalat. Tipe
mulut penusuk dan penghisap memiliki bagian rahang seperti pipa kecil yang
panjang, runcing, dan kuat sehingga dapat digunakan untuk menusuk menghisap.
Dijumpai pada serangga seperti nyamuk. Tipe mulut penghisap, bentuknya seperti
belalai kecil yang dapat digulung yang digunakan untuk menghisap madu bunga.
Dijumpai pada serangga kupu-kupu.
Thoraks
terdiri dari tiga segmen, yaitu prothoraks, mesothoraks, dan metathoraks, pada
tiap segmen terletak sepasang kaki yang masing-masing terdiri dari 6 ruas,
yaitu coxa, trochanter, femur, tibia, tarsus, dan pretarsus. Pada beberapa
species, masing - masing segmen thoraks kedua dan ketiga, yaitu meso dan
metathoraks dilengkapi dengan sepasang sayap, sayap kedua mungkin telah
mengalami rudimentasi sehingga mengalami kemunduran dan dianggap berfungsi
hanya sebagai alat keseimbangan yang disebut halter. Sayap yang terbentuk dari
membran yang transparan didukung oleh batang-batang yang terbuat dari bahan
kutikula yang keras yang membentuk kerangka sayap dan disebut vena.
Bagian
abdomen pada beberapa species serangga, seperti laba-laba, segmen ini kurang
terlihat jelas dan seolah-olah menyatu. Jika terlihat jelas, seluruhnya terdiri
dari 11 segmen dan berakhir diujungnya dengan struktur yang disebut telson,
misalnya kalajengking. Masing-masing segmen kadang-kadang dapat bergerak bebas
karena hubungan antara dinding luar kitin yang keras dan kaku pada
masing-masing segmen dihubungkan secara bebas oleh suatu membran yang lentur.
BAB III
PROSEDUR PENELITIAN
3.1
Metode
Penelitian
Metode penelitian yang digunakan,
yaitu dengan cara menjelaskan permasalahan dan menguraikan penyelesaian secara
menyeluruh menurut kualitasnya disertai dengan eksperimental. Metode
eksperimental adalah cara mengumpulkan data dengan menyebarkan angket dan studi
pustaka. Langkah - langkah penelitian yang dilakukan penulis adalah sebagai
berikut :
1
Melakukan penelitian melalui studi pustaka.
2
Melakukan percobaan sederhana mengenai masalah yang
diangkat.
3
Menyebarkan angket kepada masyarakat yang ada di daerah
Bandung.
3.2
Teknik
Penelitian
a.
Studi Pustaka
Studi pustaka adalah teknik pengumpulan data dengan mengumpulkan
informasi tentang berbagai teori dan konsep-konsep yang berkaitan dengan
masalah yang diangkat.
b.
Percobaan
Percobaan adalah teknik pengumpulan data yang kebenarannya dapat
dipertanggung jawabkan secara ilmiah sesuai dengan fakta yang ada.
c.
Angket
Angket adalah teknik pengumpulan data dengan cara memberikan sejumlah
pertanyaan tertulis kepada responden yang berarti responden dapat memberikan
informasi sesuai sikap dengan pertanyaan yang diajukan dalam angket yang telah
dibuat.
Teknik ini digunakan agar responden lebih leluasa dalam memberikan
informasi tanpa dipengaruhi mental hubungan antara penelitian dan responden serta
data yang didapat akan lebih mudah dianalisa.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1
Hasil
Penelitian
4.1.1
Teknik Penelitian Dengan Studi Pustaka
Allisin adalah senyawa kimia yang terdapat dalam bawang putih. Allisin
terbentuk dari reaksi antara enzim alliinase dan suatu bahan asam amino
nonprotein yang disebut dengan alliin.
Allicin merupakan suatu bahan cair berminyak yang berwarna kuning, dimana
gugus SO yang dimilikinya menyebabkan bau yang khas pada bawang putih (North
and Quadrini, 2001, www.chem.ox.ac.uk/mom/allicin/ALLICIN mol).
Saat bawang putih dihancurkan maka
allisin yang bersifat tak stabil ini akan berubah secara spontan menjadi sulfida
karena bereaksi dengan oksigen.
Allisin merupakan salah satu komponen aktif utama dalam bawang putih yang
mempunyai efek antibakteri, antioksidan, dan antikarsinogenik (Nicolic, dkk,
2004, www. marketing extenza-eps. com/ RSS/ phmz. xml).
4.1.2
Teknik Penelitian Dengan Percobaan
Percobaan yang dilakukan adalah dengan mengoleskan bawang putih yang sebelumnya
telah diris ke arah tubuh yang terkena bentol akibat gigitan serangga. Oleskan
beberapa kali dan tunggu hingga bentol-bentol dan rasa gatal hilang. Apabila
setelah beberapa jam masih terasa gatal, oleskan kembali bawang putih tersebut
secara rutin.
Dari percobaan tersebut dapat disimpulkan bahwa bentol akibat gigitan
serangga tersebut dapat hilang dan terbebas dari rasa gatal. Walaupun, tidak
secara spontan bentol itu sembuh dan perlu beberapa kali untuk mengulanginya.
Pada kasus gigitan nyamuk, ketika bawang putih di oleskan pada bagian
tersebut maka efek yang ditimbulkan tidak akan terasa sakit atau perih. Lain
halnya ketika gigitan serangga lain yang menimbulkan bentol diolesi bawang
putih maka efek yang ditimbulkan akan terasa sakit atau perih. Hal ini karena
terjadi reaksi yang berbeda antara kedua jenis bentol tersebut.
4.1.3
Teknik Penelitian Dengan Angket
a.
Tabel Data
|
Pertanyaan
|
a
|
b
|
c
|
d
|
e
|
f
|
g
|
|
Apakah
anda mengetahui bahwa bawang putih dapat menyembuhkan gatal akibat gigitan
serangga?
|
23
|
17
|
|
|
|
|
|
|
Dari
mana anda mengetahuinya?
|
|
17
|
9
|
3
|
2
|
|
9
|
|
Apakah
anda pernah mencobanya?
|
11
|
29
|
|
|
|
|
|
|
Apakah
bentolnya itu sembuh?
|
11
|
29
|
|
|
|
|
|
Keterangan
:
|
a
|
Ya
|
|
b
|
Tidak
|
|
c
|
Orang
Tua
|
|
d
|
Media
Cetak
|
|
e
|
Media
Elektronik
|
|
f
|
Teman
|
|
g
|
Dll
|
b.
Diagram Data

4.2
Pembahasan
Bawang putih memiliki banyak kandungan senyawa maupun gizi yang terdapat
didalamya. Salah satu senyawa dari bawang putih yang sangat berguna bagi
manusia adalah allisin.
Allisin adalah senyawa organosulfur yang diperoleh dari bawang putih. Allisin pertama kali diisolasi dan dipelajari di
laboratorium oleh Chester J. Cavallito dan John Hays Bailey pada tahun
1944. Cairan dari allisin ini tak berwarna
dan memiliki bau khas yang menyengat. Senyawa ini
menunjukkan sifat antibakteri dan
anti-jamur. Allisin adalah mekanisme pertahanan alami dari bawang putih terhadap serangan hama.
Saat bawang putih dihancurkan maka allisin akan berubah secara spontan
menjadi sulfida karena bereaksi dengan oksigen dan dikatalisis oleh enzim
alliinase.
Ketika bawang putih yang mengandung sulfida dioleskan pada bentol yang
disebabkan oleh gigitan serangga, maka akan terjadi suatu reaksi yang dapat
membantu menghilangkan rasa gatal sekaligus membuat kulit terbebas dari bentol.
Menjadi hal yang dapat diterima oleh akal, jika nenek moyang kita pada
zaman dahulu menggunakan bawang putih sebagai upaya untuk menyembuhkan gatal
akibat gigitan serangga.
Namun, pengetahuan masyarakat tentang bawang putih yang berkhasiat dapat
menyembuhkan bentol akibat gigitan serangga dirasakan sangat kurang. Hal ini
diperkuat dengan angket yang telah penulis sebarkan kepada masyarakat.
Kebanyakan masyarakat tidak mengetahui bahwa bawang putih dapat mengobati
bentol akibat gigitan serangga. Hanya sebagian kecil saja yang mengetahui
sekaligus pernah mencoba memakai bawang putih sebagai obat alami penyembuh
gatal akibat gigitan serangga.
Kebanyakan dari mereka yang mengetahui bahwa bawang putih dapat
menyembuhkan gatal akibat gigitan serangga mendapatkan informasi dari orang tua
mereka. Hal ini disebabkan karena bawang putih merupakan obat tradisional alami
yang di percaya oleh nenek moyang kita sejak zaman dahulu hingga sekarang yang
terus-menerus diwariskan secara turun-temurun dari generasi-kegenerasi.
BAB V
PENUTUP
5.1
Kesimpulan
a.
Zat yang dapat menyembuhkan gatal akibat gigitan
serangga adalah senyawa allisin yang dapat berubah menjadi sulfida.
b.
Hanya sedikit masyarakat yang mengetahui bahwa bawang
putih dapat menyembuhkan gatal akibat gigitan serangga
5.2
Saran
a.
Meneliti bagaimana proses penyembuhan secara detail
menggunakan bawang putih.
b.
Melakukan eksperimen di laboratorium untuk mendapatkan
hasil yang maksimum.
Angket/Quisioner
- Apakah anda mengetahui bahwa bawang putih dapat menyembuhkan gatal akibat gigitan serangga?
a.
Ya
b.
Tidak
- Dari mana anda mengetahuinya?
c.
Orang tua
d.
Media Cetak
e.
Media Elektronik
f.
Teman
g.
Dll
- Apakah anda pernah mencoba menggunakannya ?
a.
Ya
b.
Tidak
- Apakah bentol akibat gigitan serangga tersebut sembuh ?
a.
Ya
b.
Tidak
LAMPIRAN GAMBAR
|
|
|

|
|

Daftar Pustaka
Purwaningsih,
Eko. -. Bawang Putih. -: Ganeca.
Syamsiah, Iyam
Siti dan Tajudin . -. Khasiat dan Manfaat
Bawang Putih Raja Antibiotik Alami.
Evennett, Karen.2003.
Khasiat Bawang Putih. Jakarta:
Arcan
Natadisastra, Djaenudin
dan Agoes, Ridad. 2005. Parasitologi Kedokteran. Jakarta: Penerbit Buku
Kedokteran EGC.
NN, http://thibbun.com/artikel/herbal/khasiat-herbal-bawang-putih.html,
diakses, pukul 10.00 tanggal 14 Mei 2011.
NN, http://www.kamusilmiah.com/kesehatan/kandungan-dan-khasiat-bawang-putih/,
diakses, pukul 10.05 tanggal 14 Mei 2011.
NN, http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=130,
diakses, pukul 11.00 tanggal 14 Mei 2011.
NN, http://eprints.undip.ac.id/7592/1/Dimas_Tri_Anantyo.pdf,
diakses, pukul 21.00 tanggal 22 Mei 2011.
NN, http://www.pojok-vet.com/article/43-obat-dll/127-penggunaan-antiseptik.html,diakses,
pukul 21.05 tanggal 22 Mei 2011.
NN, http://www.kaskus.us/showthread.php?p=342664560,
diakses, pukul 12.54 tanggal 3 Juni 2011.
NN, http://archive.kaskus.us/thread/1267373/,
diakses, pukul 13.00 tanggal 3 Juni 2011.
NN, http://ceriwis.us/showthread.php?t=4425,
diakses, pukul 13.10 tanggal 3 Juni 2011.
NN,http://usupress.usu.ac.id/files/Serangga%20Berguna%20Pertanian_Final_Normal_bab%201.pdf,
diakses, 15.01 tanggal 6 Juni 2011.
NN, http://id.wikipedia.org/wiki/Serangga,
diakses, pukul 16.00 tanggal 6 Juni 2011.
NN,http://idkf.bogor.net/yuesbi/e-DU.KU/edukasi.net/SMP/Biologi/Adaptasi/PRODUK/materi03.html,
diakses, pukul 16.10 tanggal 6 Juni 2011.
NN, http://burungkicauan.net/news-ciri-ciri-mulut-penggigit,
diakses, pukul 16.30 tanggal 6 Juni 2011.
NN, http://alam-hewan.blogspot.com/2011/01/macam-macam-bentuk-mulut-serangga.html#ixzz1PUvjIMHm,
diakses, pukul 17.00 tanggal 6 Juni 2011.
NN, http://www.scribd.com/doc/53716996/MENGKONSTRUKSI-KEMBALI,
diakses, pukul 17.05 tanggal 6 Juni 2011.